PEMANFAATAN KAWASAN HUTAN UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI JAWA TENGAH

Potensi hutan negara di Jawa Tengah seluas ± 647.133, Ha, terdiri dari :

  1. Hutan produksi Tetap, seluas ± 362.360 Ha
  2. Hutan produksi Terbatas, ± 183.930 Ha
  3. Hutan Lindung, ± 84.430 Ha
  4. Kawasan Konservasi, ± 16.413 Ha

Hutan Negara memiliki potensi untuk mendukung pengembangan tanaman pangan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 81/Menlhk/Setjen/ Kum.1/10/2016 tentang Kerjasama Penggunaan dan Pemanfaatan kawasan Hutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan.

Berdasarkan Peraturan tersebut bahwa jenis komoditas pangan yang dapat dikembangkan dalam kawasan hutan adalah padi, jagung, tebu dan ternak.

Saat ini sedang dilakukan kerjasama antara PTPN IX dan Bulog melalui anak perusahannya PT. Gendis Multi Manis dengan Perhutani untuk pengembangan tanaman tebu melalui mekanisme agroforestry.

Lokasi dan luas areal yang akan dikerjasamakan yaitu :

  1. Proses yang telah dilaksanakan oleh PTPN IX dalam upaya membangun kerjasama pengembangan tanaman tebu didalam kawasan hutan:
    1. Berkoordinasi dengan direksi Perum Perhutani untuk mengajukan permohonan kerjasama pengembangan tanaman tebu seluas 17.500 Ha,
    2. Menyusun konsep terhadap bentuk dan mekanisme kerjasama yang melibatkan kelembagaan masyarakat desa hutan, Perum Perhutani dan PTPN IX,
    3. Melakukan inventarisasi kelayakan lahan untuk pengembangan tanaman tebu dalam kawasan hutan terhadap lahan yang disediakan Perum perhutani dengan hasil sementara terdapat ± 7900 Ha lahan yang layak,
    4. Melakukan regrouping terhadap pabrik gula yang dimiliki, sehingga menjadi 5 pabrik, yaitu Sragi, Pangkal, Rendeng, Mojo, dan Tasikmadu.
  2. Kebutuhan lahan untuk pengembangan pada PTPN IX seluas ± 38.000 Ha, yang akan dipenuhi dari lahan milik petani, konversi lahan perkebunan jenis lain, dan pemanfaatan kawasan hutan.
  3. Proses yang telah dilaksanakan oleh PT. GMM dalam upaya membangun kerjasama pengembangan tanaman tebu didalam kawasan hutan:
    1. Melakukan komunikasi secara internal dengan direksi Perum Perhutani, termasuk dengan surat, dan telah mendapat tanggapan dari Direksi Perum Perhutani melalui surat No. 003/045.1.1. Ren.SDM.SDH/Dir tanggal 9 januari 2017, yang isinya memberi kesempatan kepada PT. GMM untuk melaksanakan inventarisasi kesesuaian lahan dengan Perum Perhutani.
  4. Kebutuhan lahan untuk pengembangan tanaman tebu untuk produksi pabrik gula milik PT.GMM sebesar 8.300 Ha, saat ini lahan yang tersedia seluas 3.800 Ha, sehingga mengalami kekurangan sebesar 4.500 Ha.

 

 

(Visited 1.723 times, 1 visits today)