Program ADLIGHT Untuk Penerapan Konservasi Energi pada Pencahayaan Gedung di Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah

Program Adlight di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah sepakati menjadi pilot project Nasional Adlight sektor bangunan Gedung pemerintah dengan berakhir program pada Januari 2023 yang bersumber dari dana UNDP yang merupakan hasil kerjasama Kementerian ESDM RI, Ditjen EBTKE dengan United Nations Development Programs (UNDP) Indonesia dan United Nations Environment Program (UNEP).

Dukungan proyek Adlight untuk penerapan konservasi energi pada pencahayaan gedung di Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah antara lain :

  1. Audit energi Gedung A, B dan D, lingkungan Setda Provinsi Jawa Tengah
  2. Technical assistance meliputi pendampingan dan monitoring
  3. Peningkatan SDM di bidang Konservasi Energi berupa pelatihan dan sertifikasi auditor energi bagi ASN Provinsi Jawa Tengah yang diikuti 10 orang calon auditor energi
  4. Hibah lampu LED sebagai percontohan untuk Gedung A dengan jumlah sesuai hasil audit energi.

Hasil perhitungan audit energi secara keseluruhan oleh Tim Audit dan tenaga ahli Ditjen EBTKE akan selesai dalam waktu ± 1 bulan, terkait hal tersebut, kami laporkan hasil sementara audit pencahayaan di Gedung A, B dan D Setda Provinsi Jawa Tengah sebagai berikut 

  • Audit dilaksanakan pada tanggal 23 – 26 September 2022, dipandu oleh tenaga ahli Adlight Direktorat Konservasi Energi Ditjen EBTKE KESDM RI dan diikuti ASN Pemprov Jateng sebagai calon peserta yang diusulkan mengikuti pelatihan dan sertifikasi auditor energi
  • Berdasarkan hasil pengukuran tingkat pencahayaan menggunakan alat lux meter, menunjukkan bahwa rata-rata ruangan pada Gedung A, B dan D tidak memenuhi standar kebutuhan pencahayaan yaitu 200 lux

Beberapa rekomendasi yang dapat digunakan untuk perubahan pada sistem pencahayaan gedung A, B dan D antara lain :

  1. Opsi penggunaan sinar matahari yang maksimum melalui lembaran atap yang transparan, atap cahaya ke sebelah utara, dll.
  2. Penggantian lampu dengan lampu yang lebih efisien energinya, dengan pertimbangan luminer, indeks perubahan warna dan tingkat lux juga perbandingan harapan hidup.
  3. Pemilihan warna interior untuk pemantulan cahaya.
  4. Modifikasi tata letak sesuai kebutuhan.
  5. Menyediakan kontrol secara sendiri/ kelompok untuk pencahayaan untuk
    • Pengaturan tegangan jenis hidup/mati (untuk kontrol pencahayaan)
    • Saklar/unit kontrol secara kelompok
    • Sensor gerak (keberadaan manusia)
    • Kontrol yang dioperasikan dengan pencatat waktu mekanis
    • Program kontrol pencahayaan yang sudah dikomputerisasi

Dokumentasi pelaksanaan Audit Energi di Kantor Gubernur Jawa Tengah
(Visited 13 times, 1 visits today)